Memburu Pempek 123 (Bandar Lampung)

Tadinya, sebelum ke sini, rencananya kita mau makan ikan pindang lagi. Eh, ya seengganya saya sih yang pengen. Mengingat rasanya semalem belom puas makan ikan pindang di Pindang Meranjat Riu. Akhirnya, pagi ini saya merencanakan makan ikan pindang di tempat lain yang katanya terkenal, Pindang Mak War. Namun sayang, setelah tempatnya saya sambangin, ternyata dia masih tutup. Katanya sih baru buka besok hari. Yaaah, penonton kecewa. Hari ini kan udah mesti pulang lagi ke Bandung.

DSCF5467 (1280x854)

Ya udah lah ya, kita balik lagi ke Pempek 123. Tempatnya baru buka jam setengah 10an. Sebenernya, Pempek 123 yang kita datengin di Jalan Jendral Sudirman ini bukanlah pusatnya. Pusatnya itu di Teluk Betung, daerah pelabuhan. Tapi walaupun cuma cabang, lokasinya lebih strategis, lebih besar, dan lebih nyaman. Sebelum toko dibuka, kita udah mantengin. Pas toko baru dibuka, tiba-tiba udah ada aja beberapa mobil lagi yang dateng. Buset, rejekinya lancar banget ya.

DSCF5452 (851x1280)

Kalo diliat di menunya sih, ada banyak banget varian pempeknya. Ada empek adaan, lenjer, kulit, isi pepaya (kates), isi telor, tahu, lenggang, tekwan, dan lain-lain. Mau pesen porsi campur juga bisa. Yang unik, baru kali ini saya ngeliat ada martabak yang dijual bersama varian pempek. Wiiiih, wajib dicoba nih.

DSCF5454 (1280x853)

DSCF5455 (1280x854)

Tuh, bertumpuk-tumpuk pempek dan martabak baru saja didatangkan dari pusatnya di Teluk Betung. Rupanya, pempek tetap diproduksi di sana.

DSCF5463 (1280x854)

Sayang, karena mungkin masih suasana lebaran, karyawannya masih sedikit. Mereka cukup kelabakan menghadapi banyaknya pembeli. Kebanyakan pembeli memesan untuk dibawa pulang dan karenanya ga tanggung-tanggung, puluhan pempek dibeli. Bahkan hingga sekardus. Bayangin, pempeknya sekardus. Bukan kerupuk lho ya.

Karena kurangnya karyawan itulah, akhirnya kita makan pempek yang ga digoreng. Masih putih aja gitu ya, ga kekuningan karena digoreng. Yap, tapi walaupun ga digoreng, pempek tetep bisa dimakan. Tapi ya jadi kurang gurih aja sih, kurang renyah karena ga digoreng. Tapi ya mau gimana lagi, kan ga ada karyawan yang bisa ngegorengin. Semuanya sibuk ngebungkusin pempek yang dipesen buat take away. Masak kita yang goreng sendiri?

DSCF5456 (1280x855)

DSCF5460 (1280x855)

So, ini verdict seadanya ya. Andaikata pempek ini digoreng, pasti enak deh. Soalnya yang belom digoreng aja rasanya udah enak. Apalagi ditambah dengan rasa cukanya yang mantap. Pedes dan kental. Overall, rasa pempek dan cukanya lebih enak daripada yang di Pempek 56 kemaren. Dan yang unik justru si martabak. Isinya kentang yang dilapisi oleh semacam kulit yang biasa digunakan untuk pastel. Rasanya enak. Saya suka nih.

DSCF5468 (1280x855)

Selain jualan pempek, mereka juga jualan penganan-penganan khas Palembang. Yak, apalagi kalo bukan kerupuk Palembang dan kemplang. Kita borong banyak kerupuk buat di rumah. Saya sendiri beli juga buat oleh-oleh. So pastiiii… Haram rasanya pulang dengan tangan kosong. Wajib bawa beberapa bungkus buat di kantor.

Pempek Kecil IDR 4.5K
Martabak IDR 4.5K
Pempek Kapal Selam IDR 19K

 

Pempek 123
Cabang Jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung
Click for Google Maps

pempek 123

Iklan

2 pemikiran pada “Memburu Pempek 123 (Bandar Lampung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s