Taman Purbakala Pugung Raharjo (Lampung Timur)

Dari Bandar Lampung, kita bertolak ke Way Kambas. Tapi sebelum ke Way Kambas, kita akan mengunjungi satu objek wisata yang cukup terkenal di Lampung. Seengganya, kamu akan menemukannya di beberapa situs yang menginformasikan pariwisata Lampung sebagai salah satu tempat yang mesti dikunjungi. Objek wisata ini terletak di suatu tempat dalam perjalanan kita dari Bandar Lampung ke Way Kambas.

PhotoGrid_1437193120582 (1280x914)

Walau jaraknya dari Bandar Lampung hanya sekitar 50 km saja, yang jadi masalah adalah aspal jalannya itu looooh. Baru keluar dikit dari Bandar Lampung, kondisi jalan mulai rusak di sana-sini. Bahkan banyak bagian jalan yang aspalnya sudah tiada. Hanya tersisa tanah merah. Untungnya lagi musim kemarau. Kalo lagi musim hujan pasti keadaaannya lebih parah. Alhasil perjalanan yang semestinya hanya memakan waktu satu jam kalo jalannya bagus, memakan waktu hampir tiga jam. Parah bangeeeet!

2015-07-26 08_26_23-Google Maps

Setibanya di Desa Pugung Raharjo, ternyata bukan perkara yang mudah untuk menemukan tempat ini. Entah memang papan petunjuknya yang tidak ada, sudah tidak ada (alias rusak dimakan usia), atau kitanya aja yang ga liat. Berbekal informasi dari Google Maps, kita berusaha mencari sendiri jalan masuk menuju lokasi. Sempet nanya juga sih sama warga setempat. Alhasil, kita sampe juga ke lokasi. Walaupun kayaknya salah masuk. Soalnya belakangan kita baru tau bahwa sebenernya ada tempat yang udah disediain buat parkir mobil.

Kalo dianalisis dari Google Maps, semestinya kita masuknya dari titik nomer 1 deh. Karena tempat parkir mobil yang resmi kayaknya ada di lokasi nomer 2. Sementara waktu itu, kita masuknya malah dari arah jalan yang berlawanan sehingga parkirnya di posisi nomer 3. Situs purbakalanya sendiri ada di nomer 4 hingga 9. Nah, kalo udah tau gini kan enak. Kalo kamu mau ke sana, jangan lakukan kesalahan yang sama seperti kami ya.

DSCF5078 (1280x853)

Konon katanya, menurut informasi yang saya baca dari situs web kemdikbud, situs purbakala ini ditemukan oleh warga transmigran setempat pada tahun 1957. Namun baru pada tahun 1968 dilakukan penelitian yang ekstensif oleh Lembaga Purbakala. Penelitian dan ekskavasi terus berlanjut hingga tahun 1980. Peninggalan di situs ini pun dianggap begitu lengkap, mulai dari masa prasejarah, klasik (Hindu – Budha), hingga masa Islam. Artefak yang ditemukan di situs ini antara lain keramik asing dari berbagai dinasti, keramik lokal, manik-manik, dolmen, menhir, pisau, mata tombak, batu berlubang, batu asahan, batu pipisan, kapak batu, batu trap punden, gelang perunggu, dan batu bergores.

DSCF5079 (1280x853)

Nah, dari posisi parkir mobil kita yang salah, kita bisa langsung nemuin bagian yang disebut benteng Pugung Raharjo. Benteng ini berupa dua gundukan tanah yang memanjang membentuk ngarai dari barat ke timur. Total panjang benteng mencapai lebih kurang 1,5 km. Masif banget kan? Menurut info dari situs kemdikbud, diduga fungsi benteng ini digunakan sebagai tempat perlindungan dari serangan binatang buas maupun serangan suku lainnya. Dari sini, kita ngelanjutin perjalanan ke lokasi nomer 4.

DSCF5085 (1280x853)

Nah, ini dia situs purbakala yang ada di lokasi nomer 4, berupa punden berundak yang terdiri dari tiga undakan. Punden berundak ini bukan punden satu-satunya di sini, karena secara total ada tiga belas buah punden berundak. Punden ini merupakan punden yang paling besar dari semua punden lainnya dan dilengkapi dengan parit kecil di sekelilingnya.

DSCF5092 (1280x854)

Narsis dulu… Sayangnya ga bisa (atau ga berani) naik ke atas punden berundaknya karena ada papan larangannya.

DSCF5096 (1280x853)

Agak ke selatan, ada kolam megalitik. Situs web kemdikbud ga menyebutkan sama sekali tentang kolam ini. Tapi dari papan keterangan yang ada di lokasi, kolam ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan praktis seperti cuci, minum, mandi, dan meramu (obat-obatan mungkin?). Kalo sekarang? Cuma dipake buat mandi para pengunjungnya doang. Saya cuma ngeliat aja dari atas, udah cukup lah. Ga usah sampe turun.

DSCF5099 (1280x853)

Ini punden terakhir yang kita liat di sini, ukurannya jauh lebih kecil dan lebih rendah. Sebenernya masih banyak artefak lain yang tidak sempat kita liat karena posisi kita yang salah parkir. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, sebenernya untung juga sih. Soalnya kalo kita parkir di lokasi yang bener, kita mesti jalan cukup jauh menyusuri benteng. 1,5 km lho, inget? Pastinya bakalan cukup melelahkan dan menghabiskan banyak waktu. Kalo kamu mau ke sini dan melihat semua situs dan artefak, datanglah dengan menyediakan waktu sekitar 2-3 jam untuk berada di sini.

 

Taman Purbakala Pugung Raharjo
Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur
Click for Google Maps

situs pugung

Iklan

Satu pemikiran pada “Taman Purbakala Pugung Raharjo (Lampung Timur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s