Nonton Gajah di Way Kambas (Lampung Timur)

Siapa sih di sini yang ga tau nama Way Kambas? Buat saya, nama Way Kambas itu berkesan legendaris banget. Bayangin aja, sejak SD rasanya saya udah di-inception sama nama besarnya sebagai tempat penangkaran gajah. Bahkan, saya ga tau lagi apakah ada lokasi lain buat penangkaran gajah. Penangkaran gajah ya cuma di Way Kambas. Titik.

2015-07-26 09_32_09-Pugung Raharjo, Sekampung Udik to Unnamed Rd, Hutan, Kabupaten Lampung Timur, La

Dari Pugung Raharjo, kita nerusin jalan ke Way Kambas. Jaraknya lebih kurang 52 km. Kalo ditotal dari Bandar Lampung, ada lah sekitar 110 km. Jalannya masih jelek juga, tapi ga sejelek waktu dari Bandar Lampung ke Pugung Raharjo. Seengganya, pas udah masuk ke jalur lintas timur Sumatera, jalannya jauh lebih baik.

DSCF5136 (1280x855)

Kita nyampe sini udah hampir jam 3. Kesorean sih rasanya. Tapi masak sih ga jadi masuk? Dengan segala kesulitan yang dihadapi untuk mencapai tempat ini, ya kita mesti masuk lah. Emangnya ke sini bisa tiap tahun sekali? Ini aja bisa jadi cuma sekali seumur hidup. Iya ga sih?

DSCF5101 (1280x855)

Harga tiket masuknya memiliki berbagai kategori. Karena hari Sabtu tergolong hari libur, harga tiket masuknya 7500 seorang. Mobilnya juga mesti bayar karcis 10 ribu. Aneh, padahal dia kan ga akan ikut ngeliat gajah. Untuk turis asing, harga tiketnya jauh berlipat-lipat. Waktu kunjungannya dari jam setengah 8 pagi sampe jam 4 sore. Fiuh, masih bisa masuk…

Ternyata, dari pintu masuk pas kita bayar tiket sampe ke tempat penangkaran gajahnya jaraknya masih jauuuuuh. Kira-kira 9 km. Sepanjang perjalanan itu, di sebelah kiri mobil bener-bener hutan yang masih perawan. Rimbun dan penuh semak belukar. Di suatu titik, jalan berbelok ke arah kiri sehingga perjalanan kita otomatis jadi membelah hutan. Hutan yang tadinya hanya ada di sebelah kiri kita, kini jadi ada di kedua sisi mobil.

Pas nyampe di tempat penangkaran gajah, segala ekspektasi saya mengenai Way Kambas bubar jalan. Awalnya saya membayangkan objek wisata ini terkelola dengan baik. Yaaa, seengganya kayak Taman Safari lah. Ada gedung museumnya, ada gedung pertunjukan gajahnya mungkin. Tapi ternyata ngga. Sebagai objek wisata, fasilitasnya bener-bener masih kualitas bawah. Bahkan ada larangan untuk menunggang gajah dan mengadakan atraksi gajah. Lah, terus apaan dong aktivitas pengunjung yang dateng ke sini?

DSCF5109 (1280x855)

Di ujung kolam besar yang ada di kejauhan, ada sekerumunan orang. Oooh, ternyata ada sekelompok gajah di situ. Pas dideketin, ternyata orang-orang itu lagi sibuk berinteraksi ama gajah-gajahnya. Ada yang ngasihin makanan. Ada juga yang sibuk berfoto dengan berlatarkan gajah. Untung si mamah bawa pisang-pisang kecil, ga tau beli di mana tadi. Kita kasih-kasihin aja deh ke gajah-gajahnya. Satu sisir abis ga berasa.

DSCF5107 (1280x853)

DSCF5113 (1280x855)

Sebagai informasi tambahan, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) itu menempati area yang sangat luas mencapai 1300 km persegi. Jadi, yang kita liat ini sebenernya cuma secuilnya aja. Selain gajah, ternyata taman nasional ini ga cuma menaungi gajah aja. Ada juga badak sumatera, harimau sumatera, mentok rimba, buaya sepit. Pada bagian pesisir dari TNWK yang berawa juga cukup sering ditemukan berbagai macam jenis burung seperti bangau tongtong, sempidan biru, kuau raja, burung pependang timur, dan berbagai macam burung lainnya.

DSCF5118 (1280x855)

Di kejauhan, satu per satu gajah yang tadinya ada di suatu tanah lapang di sisi lain kolam, masuk ke dalam kolam untuk dimandikan. Abis dimandiin, satu per satu gajah digelandang masuk ke area kandang gajah.

DSCF5125 (853x1280)

Tiap gajah ada pawangnya sendiri-sendiri. Kayaknya udah terbiasa banget dengan gajah tunggangannya. Liat aja deh yang satu ini. Bergaya sekali dengan topi ala koboinya.

DSCF5129 (1280x853)

DSCF5134 (1280x302)

Jangan dikira kandang gajah ini kayak yang ada di kebun binatang ya. Soalnya, keliatannya sih kandang ini cuma lapangan terbuka yang sangat luas. Ga keliatan gajahnya? Coba aja diklik deh gambarnya biar bisa di-zoom.

Pada akhirnya, cuma gitu aja sih aktvitas kita di sini. Not so worth it. Ga sampe sejam kita ngeliatin gajah-gajah. Abis itu pergi lagi deh. Kita ga nginep di Way Kambas, walaupun di deket gerbang masuk tadi ada Satwa Gajah Eco Lodge yang tampaknya masih dikelola oleh pihak TNWK. Namun karena hari masih terang, sayang rasanya kalo ga meneruskan perjalanan. Apalagi tujuan berikutnya masih amat jauh jaraknya. Jadi, ada baiknya kalo kita nyicil perjalanannya dari hari ini.

DSCF5141 (1280x853)

Di perjalanan menuju Bandar Jaya, kota kecil di Lintas Tengah Sumatera yang rencananya akan jadi tempat menginap, kita yang udah kelaparan nemuin satu rumah makan padang gede yang buka. RM Taruko Jaya namanya. Di jalan lintas Sumatera sebenernya banyak rumah makan padang, namun berhubung masih masa lebaran, banyak yang tutup. Jadi, pas nemu satu rumah makan yang buka, sebaiknya sih mampir. Daripada nanti ga nemu lagi. Akhirnya kita mampir di sini. Dan untung aja makanannya cukup enak. Kita makan dengan lahap hap hap…

 

Taman Nasional Way Kambas
Lampung Timur
Click for Google Maps

way kambas (833x1093)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s