Makan Siang di Herb and Spice (Bandung)

Herb and Spice ini berada di lantai di atas toko Prima Rasa Jalan Pasirkaliki, atau yang sekarang diganti namanya oleh pemerintah kota menjadi Jalan H.O.S Cokroaminoto.

IMG_6029 (1280x960)

Jadi, hari itu saya dan adik-adik saya abis beres nonton Tomorrowland di Blitz PVJ. Sekarang kita kalo nonton selalu di Blitz PVJ. Soalnya enak, Blitz punya aplikasi Android dan fasilitas pemesanan online. Dan lagi, PVJ lokasinya deket banget dari rumah saya di Babakan Jeruk. Lebih deket daripada mesti ke XXI Ciwalk. Lah, kok jadi ngebahas ini sih. Jadi salah fokus kan….

IMG_6054 (959x1280)

IMG_6056 (1280x962)

Di lantai terbawah Herb and Spice, sebenernya lantai mezzanine alias antara lantai 1 dan 2, ada area yang agak sempit untuk tempat duduk pengunjung.  Kursinya ada bantalnya segala. Dan di sana, ada lemari bukuuu! Isinya novel-novel terkenal dan best seller. Jadi mirip kayak library cafe ya. Apalagi di samping area ini, adalah area si “barista”. Aduh, saya miskin kosakata banget ya. Pokoknya maksudnya itu dapur tempat ngebikin bermacam-macam minuman kopi dan saudara-saudaranya. Pas banget kan. Duduk santai, baca buku, sambil ngaso minum segelas kopi hangat.

Tapi btw, bukan di sini tempat yang paling cozy. Mereka masih punya area sekitar balkon. Dan kalo Bandung lagi ga panas, atau mungkin pas pagi atau sore hari, menurut saya cozy banget tuh duduk-duduk di area balkon.

IMG_6040 (1280x960)

Nah, ini lantai duanya. Yang tiada tiganya. Soalnya emang cuma ada lantai mezzanine ama lantai dua ini. Di sudut jauh foto itu, itu adalah balkon. Agak ramai di sana, makanya kita memilih duduk di sini aja deh, yang agak sepi. Di dinding-dinding itu, duduk dengan santai berpuluh-puluh tabung kaca berisi bermacam-macam rempah-rempah. Eh, kayaknya sih ya. Soalnya saya ga ngeliat lebih deket, tapi saya membayangkan aja itu pasti rempah-rempah. Jadi inget kelas ramuannya Profesor Snape ya?

IMG_6043 (960x1280)

Minuman. Pasti mereka deh yang hampir selalu paling duluan dateng. Selain emang paling cepet sih bikinnya, saya curiga itu strategi bisnis pengusaha kuliner. Dengan mendatangkan minuman dengan cepat tapi (agak) melambatkan datangnya makanan, mereka mungkin berharap minuman itu akan habis sebelum makanan dateng dan kita akan beli segelas minuman lagi. Tapi di sini ngga berlaku! Soalnya “gelas” minumannya gede banget. Jenis gelas yang namanya “carafe” ini ukurannya sama dengan 2 atau bahkan 2 setengah gelas. Oiya, pesenan saya ini namanya Hibiscus Lychee Ice Tea. Terdengar keren ya namanya, “hibiscus”. Tapi percayalah, “hibiscus”nya ga berasa dan lebih berasa es teh leci saja.

IMG_6045 (1280x961)

Ini Roast Chicken Spinach pesenan si Ferdi. Seperti kebanyakan menu western, keliatannya porsinya ga mengenyangkan ya. Bahkan Tapi kalo dari segi penyajian, menu western menang deh. Penampilannya cantik, dikombinasi oleh warna ijo brokoli dan oranye wortel. Rasanya enak. Ayamnya empuk, bayamnya juga lembut. Penyuka bayem mesti coba deh menu yang ini.

IMG_6047 (1280x960)

Sementara yang ini, pesenan si Nanda, namanya Beef Stroganoff. Kata adik saya ini rasanya enak. Kayaknya dia suka banget deh. Kalo kata di menu sih, ini daging sapi yang digoreng dengan sedikit minyak, lalu diberi bumbu black pepper. Sementara nasinya adalah butter rice, alias nasi yang sebelum dikukus ditambahkan mentega. Ga heran dia bilang enak. Nasinya gurih sih. Ciri khas Herb and Spice memang menyajikan hidangan yang berbumbu.

IMG_6049 (1280x961)

Daaaan, inilah pesanan saya, Entrecote Cafe de Paris. Saya bahkan ga tau kayak apa pronunciationnya. Aaaah, pokoknya mah ini Sirloin! Tadinya saya bukan mau pesen ini sih. Tapi karena yang mau saya pesen itu ternyata dagingnya tenderloin, akhirnya saya tanya pramusajinya, menu apa yang dagingnya sirloin. Katanya yang ini. Ya udah deh, saya pesen yang ini. Isinya ga cuma daging, karena di piring itu ada kentang goreng dan salad yang dikasih minyak zaitun, dan yang ijo-ijo ngintip di bawah steaknya, brokoli! Saya suka brokoli. Sausnya? Pilihannya standar, ada black pepper, barbeque, dan mushroom. Saya akan hampir selalu pesen saus mushroom.

Kalo liat di menu, ini dagingnya impor dari Ostrali. Tapi menurut saya, walau dagingnya impor, percuma aja kalo ngolahnya kurang tepat. Seperti pesanan saya ini misalnya, mestinya medium well, tapi hasilnya lebih ke well-done. Alhasil, si dagingnya jadi rada alot, agak susah pas dipotong. So, impresi saya jadi turun gara-gara hal ini.

Roast Chicken Spinach IDR 53K
Entrecote Cafe de Paris IDR 90K
Beef Stroganoff IDR 49K

 

Herb & Spice
Jalan H.O.S Cokroaminoto (d/h Pasirkaliki) No. 163 Bandung
Click for Google Maps

herb

(Sebagian) Daftar Menu

IMG_6032 (960x1280)

IMG_6033 (960x1280)

IMG_6034 (960x1280)

IMG_6036 (960x1280)

IMG_6028 (960x1280)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s