Gunung Padang Nan Mistis (Cianjur)

Situs Megalitikum Gunung Padang adalah salah satu situs prasejarah paling misterius di Indonesia. Bagi saya, ini salah satu tempat termistis yang pernah saya datangi. Tempat lain yang saya ingat adalah Candi Sukuh di dekat Solo.

Terletak sekitar 30 km dari kota Cianjur, atau sekitar 20 km dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Gunung Padang bukanlah lokasi yang mudah dicapai. Namun demikian, jalan kecil yang lebarnya hanya seukuran satu setengah mobil dengan banyak sekali titik jalan yang rusak, tidak menyurutkan minat wisatawan untuk datang ke tempat ini. Sarat terlihat karena saya sudah pernah berkunjung ke sini sebelumnya. Ini kali yang kedua saya datang.

Walaupun jauh, jalan menuju Gunung Padang, setidaknya setelah keluar dari jalan raya, tidak terlalu membosankan. Kita akan disuguhi pemandangan alam khas Cianjur. Beberapa km menuju lokasi bahkan kita disuguhi oleh pemandangan perkebunan teh. Jangan khawatir dengan petunjuk jalan. Asalkan matamu awas, petunjuk jalan ada di setiap tikungan menuju Gunung Padang. Lengkap. Bahkan kalo kamu search Gunung Padang dari Google Maps, lokasi yang ditunjuknya pun akurat. Kamu bisa ikuti rute yang diberikan. Saran saya, berbeloklah dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Bukan yang lain. Ini adalah rute utama, karena kamu bisa melihat papan penunjuk jalannya dari pinggir jalan raya ini.

DSCF4074 (1280x853)

Dulu, saya bisa parkir mobil dekat sekali dengan pintu masuk menuju situs Gunung Padang. Tapi sekarang, mobil disarankan untuk parkir di bawah. Di sebuah lokasi yang mirip seperti terminal kecil, di sebelah kiri gerbang masuk di foto di atas. Masih ada sekiranya 1 km lagi menuju pintu masuk. Namun penduduk setempat sudah memikirkannya dengan menyediakan jasa ojek seharga 10 ribu. Kamu bisa jalan juga kok. Tapi agak nanjak. Saran saya sih perginya mending naik ojek aja. Pulangnya bisa jalan.

DSCF4079 (1280x856)

Kalo kamu bertanya-tanya kenapa mesti parkir mobil jauh dari pintu masuk, ini dia jawabannya. Parkir di sini penuh ama motor. Padahal waktu saya pertama ke sini, mobil saya parkir di sini. Tapi dengan semakin meningkatnya animo pengunjung, parkiran ini hanya cukup menampung motor saja.

DSCF4078 (1280x853)

Tiket masuk harganya 4 ribu per orang. Ga mahal kan. Bahkan di sebelah loket ada pusat informasi. Kalo butuh guide, ada banyak petugas yang menggunakan pakaian hitam khas Sunda yang siap memandu Anda.

DSCF4117 (1280x853)

Nah, ini dia salah satu hal yang paling saya ingat dari Gunung Padang : perjuangan menuju puncak. Walaupun jaraknya ga terlalu jauh kalo dihitung secara garis lurus, tapi mengingat jalannya yang terjal, saya yakin kamu mesti berhenti berkali-kali untuk mengambil napas. Sebenernya sih ada dua jalan. Jalan yang sebelah kiri itu jalan yang terjal, sementara jalan yang kanan lebih baru dan lebih landai. Dengan demikian, jalannya sedikit lebih jauh karena memutar.

DSCF4082 (853x1280)

DSCF4084 (853x1280)

Itu foto yang saya ambil di posisi kira-kira setengah jalan menuju puncak. Orang-orang umumnya sih ngambil jalan yang lebih terjal ini untuk naik. Ngambil jalur ini untuk tidak dianjurkan karena akan sangat curam ke bawah dan risiko jatuh lebih tinggi. Makanya dibuat jalan yang lebih landai tadi untuk jalan turun. Ga usah malu untuk berkali-kali berhenti buat beristirahat. Orang lain pun melakukannya kok =P

DSCF4091 (1280x432)

Inilah pemandangan yang membuat saya terpana dan takjub. Dan masih, hingga sekarang. Tumpukan bebatuan berwarna abu kehitaman berbentuk batang yang sangat masif. Entah apa tujuan mereka dahulu dibuat. Yang pasti, sangat mengherankan. Di tempat yang kini jauh dari mana-mana, ada sebuah hasil peninggalan peradaban masa lampau. Terkadang bebatuan ini terlihat tidak hanya berserakan tak beraturan, melainkan membentuk pola tertentu. Ah, tapi saya bukan ahlinya. Kamu bisa cari sendiri infonya di situs web lain. Tapi sayang, sekarang berasa lebih berkurang mistisnya. Mungkin karena efek terlalu banyak wisatawan yang memadati situs ini.

gunung_padang_illustration

Secara umum, ada 5 teras yang dibedakan menurut ketinggiannya. Foto tadi, itu adalah foto yang diambil dari teras pertama. Gampangnya, liat aja ilustrasi di atas.

DSCF4092 (853x1280)

Kalo kamu mau ke atas gundukan bebatuan itu, alias ke teras kedua, kamu mesti mengambil jalan yang udah tersedia di sisi kiri teras kedua. Dari jalan ini, kamu bisa melihat tumpukan bebatuan dari samping. Pada umumnya, bebatuan di sini berbentuk tabung dengan alas berbentuk segi lima.

DSCF4096 (1280x853)

Nah, ini dia pemandangan dari teras kedua ke arah teras pertama. Lebih keliatan kan pola tumpukan bebatuannya? Kalo kamu perhatiin, kebanyakan bebatuan ini tertutup oleh jamur. Semacam jamur liken, kalo kamu masih inget pelajaran biologi SMA. Sayang, karena lama kelamaan kan pasti akan merusak bebatuan. Semoga ke depannya ada tindak lanjut dari pihak pemerintah.

DSCF4101 (1280x853)

DSCF4109 (1280x853)

DSCF4106 (1280x855)

Well, ga banyak yang bisa saya ceritakan. Gunung Padang kebanyakan ya kayak gini, hanya berupa reruntuhan bebatuan. Ga ada papan keterangan apapun di atas sini yang dapat menjelaskan sejarah Gunung Padang. Satu hal yang sedikit berbeda adalah sekarang di samping kanan teras puncak atau teras kelima ada sebuah gardu pandang yang cukup besar. Lumayan untuk tempat berteduh karena hari itu mendung dan mulai hujan rintik-rintik.

DSCF4100 (1280x853)

Ini adalah tumpukan bebatuan yang ada di teras puncak. Ga jelas ini tempat apa karena emang ga ada papan keterangannya. Mungkin juga hingga saat ini para arkeolog masih belum tau ini apa. Tapi sepertinya merupakan tempat yang penting karena dikelilingi oleh tali hitam dari ijuk dan pasak-pasak kayu.

DSCF4103 (1280x432)

Ini pemandangan yang diambil dari gardu pandang. Keren ya. Batu di mana-mana. Dari sini bisa terlihat undakan kelima hingga undakan ketiga yang ada di ujung kiri foto. Kebanyakan orang yang ada di gardu pandang malahan duduk-duduk. Ada yang bahkan udah sedia tikar segala dan botramnya. Luar biasa memang.

DSCF4111 (1280x855)

Sebelum pulang, marilah mengambil foto kenang-kenangan terlebih dahulu. Narsis time!

DSCF4119 (1280x288)

Di jalan pulang, kami masih disuguhi oleh pemandangan yang indah. Pemandangan hutan yang diselimuti kabut ini seakan ingin memberikan salam perpisahan yang tak terlupakan untuk kami.

 

Situs Megalitikum Gunung Padang
Desa Karyamukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s