Makan Sore di Sate Pak Muri (Jakarta)

Saya dateng sekitar jam 5an. Walau sore itu mendung, tidak menyurutkan niat saya untuk menjajal Sate Pak Muri. Hujan di perjalanan? Tidak masalah. Ada jas hujan yang selalu siap sedia di bawah jok motor Vario saya.

Sebenarnya saya udah pernah ke sini, dua kali seingat saya. Tapi keduanya itu saat sebelum jam 3 sore. Jadi, pada satu lokasi yang sama ini berjualan dua “vendor” sate. Dari pagi hingga jam 3 sore, berjualan Sate Haji Romli. Dari jam 3 sore hingga larut malam, berjualan Sate Pak Muri. Jangan tanya apakah Pak Muri sudah haji atau belum.

DSCF3786 (1280x853)

Menurut review yang saya baca di internet, konon rasa Sate Pak Muri ini lebih owkey dari Sate Haji Romli. Tapi ada pula yang mengatakan sama aja, soalnya mereka berdua itu masih sodara, yang kemungkinan besar masih berbagi resep sate masing-masing. Nah kali ini saya mau nyobain Sate Pak Muri yang katanya lebih enak.

Menempati petakan yang ga terlalu gede, Sate Pak Muri ini berjualan di seberang Rumah Sakit Pusat Pertamina alias RSPP yang terkenal itu. Walau agak nyempil, ga susah buat nemuin lokasinya. Kamu bisa ngeliat tempat di mana banyak mobil dan motor yang parkir, dan ada asap yang dihasilkan oleh pembakarannya.

DSCF3790

Tempat makannya pun sebenernya kurang representatif. Hanya beratapkan tenda semi permanen. Saya membayangkan kalo hari sedang panas, di sini pasti gerah banget. Tempat duduknya pun hanya ada 3 buah kursi kayu panjang dan 3 buah kursi kayu pendek. Tanpa meja. Iya, tanpa meja. Makan satenya itu sambil megang piring. Rada ribet kan. Di belakang tempat berjualan sebenernya ada rumah makan yang menjual baso dan baso. Kamu bisa juga makan di dalem sini, tapi mesti beli baso atau minuman dari sini, ga bisa cuma numpang duduk dan ngeAC doang.

DSCF3755 (1280x855)

Saya menunggu sate pesanan saya jadi. Saya pesen seteng-seteng aja biar bisa nyobain dua-duanya, lima tusuk sate ayam dan lima tusuk sate kambing. Ga ada pilihan nasi, yang ada cuma lontong aja. Dan hampir semua kombinasi pesanan udah tersedia harganya. Minuman yang tersedia cuma S-Tee. Kecuali kalo mau pesen ke penjual baso, dia sedia jus-jus buah.

DSCF3775 (1280x853)

Sate-sate dibuat secara massal, pembakarannya di pinggir jalan dan asapnya ke mana-mana nutupin pandangan pengendara mobil dan motor yang lewat. Walaupun udah dibuat secara massal, pegawainya ada 5, tetep aja pesenan saya rada lama datengnya. Hmmm…

cover sate muri (1280x853)

Ini dia penampakannya. Sate kambing keliatan lah ya bedanya. Dan kalo kamu masih ga bisa ngebedain, sate kambing biasanya tusuknya lebih lebar dan besar. Saya cobain bumbu kacangnya. Enak. Rasa kecapnya juga oke. Potongan sate ayam ukurannya gede-gede dan empuk. Sate kambingnya kurang empuk. Tapi gajihnya juicy. Terus ga dikasih sendok, jadi ribet mau makan bumbu kacangnya. Jadi banyak yang nyisa deh. Overall, menurut saya sate ayamnya recommended, tapi sate kambingnya ga terlalu.

 

Sate Pak Muri
Jalan Kyai Maja No. 21, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

muri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s