Nyate di Haji Giyo (Jakarta)

Hari itu hari Senin, sore. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 lebih 40 menit. Sebentar lagi waktu maghrib tiba. Saya yang sedang dalam perjalanan menuju rumah temen di komplek AURI Kalimalang untuk mengambil pesanan Bandung Banana, memutuskan untuk berbuka puasa di Sate Haji Giyo.

DSCF3834 (1280x853)

Rumah makan yang pernah beberapa kali saya sambangi itu terlihat sepi. Hanya ada beberapa buah mobil dan sepeda motor yang terparkir di halamannya. Padahal ketika dulu saya datang pada waktu siang hari, warung sate ini amat sangat ramai. Bahkan mobil-mobil yang datang terpaksa mesti parkir di tepi jalan. Ya, space parkir yang tersedia memang tidak terlalu luas dibandingkan kapasitas pengunjung. Kira-kira 90 orang lebih dapat ditampung di sini.

DSCF3835 (853x1280)

Selain sate kambing, di sini juga tersedia sate ayam. Tapi, tentu saja saya akan memesan sate kambing. Karena saya tau ukurannya yang besar-besar, saya memesan setengah porsi sate kambing yang berisi 5 tusuk saja, da segelas es jeruk. Si penjual mencoba menawarkan menu lain seperti gule atau tongseng. Sial. Saya tergoda. Tanpa berpikir panjang lebar, saya memesan juga satu porsi tongseng kambing. Pesanan saya ini akan saya sesali nantinya…

DSCF3839 (1280x853)

DSCF3842 (1280x853)

Karena saya ga terlalu suka makan sate kambing cuma pake kecap doang, saya pesen bumbu kacang juga. Tapi rasa bumbu kacangnya saya ga terlalu suka. Kayaknya bukan racikan sendiri, soalnya rasanya mirip sama bumbu kacang yang bisa dibeli di supermarket gitu. Tapi….

Satenya sendiri, wow! Iya, wow banget. Kenapa? Karena satenya lembuuuuuuuuuut banget. Iya, pake 10 huruf U. Saya bahkan bisa gigit dagingnya hingga terlepas dari tusukannya, tanpa mesti mengeluarkannya dari ujung tusuk. Wow kan? Saya bisa menggigit dagingnya tanpa kesulitan yang berarti. Belum pernah saya makan sate kambing yang selembut ini. Udah gitu, gajihnya juga juicy. Sialnya, makanan enak kayak gini tuh ga sehat ya, hehehe…

Saya bisa bilang, Sate Haji Giyo ini adalah salah satu sate terenak yang pernah saya makan.

DSCF3840 (1280x855)

Sementara tongsengnya? Nah, ini dia penampakan seporsi tongseng kambing. Perlu saya tekankan di sini, bahwa porsinya cukup besar, bisa buat dimakan berdua. Dagingnya banyak. Dan ini pula yang membuat saya menyesal. Mestinya saya ga pesen tongseng juga. Atau seengganya, jangan pesen satu porsi. Saya yang dateng sendirian, jadi terpaksa mesti ngabisin porsi tongseng yang banyak ini. Dan walaupun tongsengnya sendiri rasanya enak, no doubt about that, namun sesuai dengan hukum Gossen I yang selalu saya ingat hingga saat ini, rasanya enaknya jadi berkurang gara-gara perut saya udah kenyang ama sate. Fuhhhh…

Sate Kambing Satu Porsi IDR 44K
Sate Kambing Setengah Porsi IDR 22K
Nasi Putih IDR 5K
Tongseng Kambing IDR 44K
Es Jeruk IDR 8K

 

Sate Haji Giyo
Jalan D.I Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur
Click for Google Maps

giyo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s