Bubur Ayam Barito “Pak Agus” (Jakarta)

Bubur Ayam Barito ini memiliki dua buah tenda yang terpisah. Maksudnya, di antara dua tendanya ada pedagang kaki lima lain. Waktu saya dateng, saya bingung demi melihat tenda yang berada di depan motor saya parkir bertuliskan Bubur Ayam Barito juga tapi lebih sepi. Wah, jangan-jangan ini ngikut-ngikut doang atau apa. Tapi pas ditanya ke tukang parkir, ternyata sama. Cuma, gerobaknya adanya di tenda yang satu lagi. Big O. Ooooooohhhh….

DSCF3894 (1280x855)

Nah, yang itu tenda utamanya. Walaupun utama, ukurannya sebenernya lebih kecil daripada tenda tambahannya. Saya bilang aja tenda utama karena gerobaknya ada di sini. Dan karena itu pula, di sini otomatis lebih rame pengunjungnya. Walau dikenal dengan nama pendek “Bubur Barito”, karena letaknya yang deket ama Taman Barito, ternyata Bubur Barito punya nama lengkap Bubur Ayam Barito “Pak Agus”. So, saya pake nama itu aja sebagai judul post. Di spanduknya ditulis “Tidak Ada Cabang”, sehingga kalo ada Bubur Barito di tempat lain, berarti mereka cuma ngedompleng nama aja.

DSCF3891 (1280x854)

Nah, walau duduknya di tenda lain, pesennya tetep mesti ke sini. Ada dua macem bubur ayam. Bubur ayam biasa harganya 15 ribu, sementara kalo yang ditambah kuning telur mentah harganya 18 ribu. Jadi inget sama Bubur Gibbas di Bandung. Mereka juga nyediain kuning telur, walau suka keabisan.

DSCF3896 (1280x853)

Ini tenda tambahannya. Karena di tenda utamanya penuh, saya ama temen yang bareng ama saya, duduk di sini. Ngapain juga duduk dempet-dempetan kalo bisa duduk enak? Iya ngga? Ngga juga sih. Kalo bisa duduk di tenda yang sana, saya pasti lebih milih duduk di sana. Saya bisa ngeliat aktivitas si tukang bubur dan para karyawan, dan ngeliat gimana cara mereka nyiapin bubur dan menghadapi pelanggan.

DSCF3898 (1280x853)

Nah, ini dia penampakan seporsi bubur ayam Barito. Ga keliatan ada kerupuk kuning atau kerupuk warna-warni yang biasa kita makan pas beli nasi goreng. Ternyata kerupuknya diganti ama cheese stick! Tuh, keliatan kan ada satu yang nongol?

DSCF3900 (1280x855)

Pas sedikit diaduk, baru keliatan deh ada si kuning telur di bawah. Buat kamu yang mesen buburnya pake kuning telur tapi tipe-tipe yang kalo makan bubur ga suka diaduk, kudu ati-ati. Jangan sampe kelupaan terus makan kuning telurnya terakhir pas bubur udah mau abis.

Terus, rasanya gimanaaa? Kebetulan, saya ga lupa buat nyobain buburnya sebelum mengaduk. Buburnya sendiri rasanya udah enak, asin gurih. Teksturnya rada kental. Pas. Cheese sticknya renyah. Bahkan ketika udah diaduk ama bubur, cheese sticknya ga jadi lembek. Yaah, mungkin lama-lama sih lembek, tapi ga cepet melembek. You know what I mean lah. Ayamnya dipotong-potong, ga disuwir. Dan sepertinya udah direbus dengan bumbu khusus. Jadinya rasanya gurih. Dengan tambahan cakue yang empuk bagai roti goreng, kombinasi semuanya itu membuat bubur ayam Barito pantas untuk menemani malam Anda.

Bubur Ayam IDR 15K
Bubur Ayam + Kuning Telur IDR 18K

 

Bubur Ayam Barito “Pak Agus”
Jalan Gandaria Tengah III Jakarta Selatan
Click for Google Maps

barito

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s