Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel (Lombok Tengah)

Lombok tergolong memiliki objek wisata yang cukup lengkap. Wisata budaya? Ada. Wisata pantai? Apalagi. Dan yang satu ini adalah wisata gunung. Ehm, sebenernya sih ga bener-bener di gunung karena dua air terjun cantik yang bakal saya ceritain ini adanya di kaki Gunung Rinjani. Di hari itu saya sekeluarga ceritanya lagi mengitari Gunung Rinjani. Tujuan akhirnya adalah sebuah kota kecil di sebelah timur Gunung Rinjani yang sering dijadikan titik awal keberangkatan para pendaki.

DSCF3380 (533x800)

Air terjun yang saya maksud adalah Air Terjun Benang Kelambu yang berada di bagian atas hulu dari air terjun Benang Stokel. Kedua air terjun yang terkenal seantero Lombok ini berada di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, kira-kira 32 km dari kota Mataram. Perjalanan yang memakan waktu satu jam ini mesti melewati jalur lintas tengah Lombok yang padat oleh motor dan angkutan umum. Sayangnya, untuk mencapai persis ke tempat parkir belum ada kendaraan umumnya sehingga mesti ke sini dengan kendaraan sewaan.

DSCF3362 (800x533)

Saat saya tiba di sana, waktu masih menunjukkan waktu pukul setengah 9 pagi. Bahkan warung-warung yang berjualan pun belum buka. Kami lalu disambut oleh penduduk setempat yang setelah sedikit berbasa-basi lalu menyodorkan biaya masuk. Mahal! Satu orang mesti membayar tiket 10 ribu rupiah. Biaya ojek pergi pulang, karena jarak ke Air Terjun Benang Kelambu mencapai 1.5 km melewati jalanan yang naik turun, sebesar 40 ribu rupiah. Belum lagi biaya pemandu yang nyaris ga masuk akal : 50 ribu untuk satu air terjun dan 90 ribu untuk dua air terjun. Itupun baru tarif untuk pengunjung 1-7 orang. Kalo jumlah pengunjungnya lebih dari itu, biayanya jadi 80 ribu dan 10 ribu. Apa-apaan banget kan? Akhirnya setelah nego-nego, akhirnya kita cuma setuju buat membayar biaya ojek per orangnya aja, tanpa ada biaya lain-lain lagi. Praktik-praktik yang ga fair kayak gini nih yang malah mencemarkan nama baik mereka sendiri. Dan mestinya bisa ditindak oleh dinas pariwisata setempat atau siapa lah.

DSCF3364 (534x800)

Air terjun pertama yang kita kunjungi adalah Air Terjun Benang Kelambu. Setelah melewati perjalanan naik ojek yang berlika-liku, kami berlima tiba di lokasi. Jangan senang dulu karena kita masih masih harus menuruni anak-anak tangga yang katanya berjumlah 150 anak tangga. Sambil menuruni anak tangga, kita udah disuguhi oleh tiga buah air terjun berukuran kecil yang seakan menjadi tim penyemangat kami.

DSCF3371 (800x533)

Air terjun yang keluar dari celah-celah batuan di dinding tebing jatuh membentuk garis-garis kecil menyerupai bentuk tirai, yang dalam bahasa masyarakat setempat disebut kelambu. Ketinggian air terjun ini mencapai 40 meter.

DSCF3368 (800x534)

Di sini ada kolam kecil yang bisa dipake berenang atau berendam. Airnya segeeeerrrr. Papah saya malah yang paling pertama buka baju dan main-main di air terjun. Saya kepincut juga dan ikutan buka baju. Ferdi yang tadinya ogah tergoda juga dan ikutan buka baju. Untungnya di sini ada 2 kamar ganti. Walau udah ga ada daun pintunya tapi lumayan lah daripada ganti baju di semak-semak. WC ada juga tapi sayangnya udah rusak.

DSCF3382 (532x800)

Puas bermain air dan foto-foto, kita balik lagi ke parkiran mobil. Ga enak juga si tukang ojeknya lama nungguin. Di jalan naik, saya ngeliat sedikit “prasasti” yang dibuat oleh tangan-tangan jahil. Sayang banget, sungguh perilaku yang ga dewasa, memalukan, dan ga panjang pikirannya. Kalo kamu lagi jalan-jalan di manapun di alam bebas sana, selalu inget filosofi Leave No Trace berikut, “Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.”

Balik ke parkiran mobil, rasanya belom lengkap kalo belom ngunjungin air terjun yang satu lagi, Air Terjun Benang Stokel. Air terjun yang satu ini lebih deket lokasinya ke parkiran dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 300 meter. Walau ada paving block, tapi keadaannya udah ga memadai. Bagian tersulit adalah di mana kita mesti menuruni 40 anak tangga untuk menuju air terjun.

DSCF3401 (800x533)

Ini pemandangan saat kita menuruni bukit ke tempat air terjun berada. Ada 5 buah gazebo yang kondisinya masih cukup baik. Ada juga ruang ganti, tapiiii udah ga beratap dan lumutan sangat.

DSCF3397 (800x533)

Air Terjun Benang Stokel terdiri dari dua buah air terjun yang jatuh dari tebing berketinggian 30 meter. Dalam bahasa masyarakat setempat, benang stokel berarti seikat benang. Di sini ga ada kolam yang dibuat untuk berendam-rendam. Karena genangan air tempat jatuhan air terjunnya keruh, kalo mau main air emang lebih pas di Air Terjun Benang Kelambu tadi.

 

Air Terjun Benang Kelambu & Benang Stokel
Google Maps Air Terjun Benang Kelambu
Google Maps Air Terjun Benang Stokel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s