Menyusuri Pantai di Selatan Lombok (Lombok Tengah)

PANTAI SELONG BELANAK

Karena letaknya yang ga terlalu jauh dari Mataram, maksudnya kalo dibandingin ama Pantai Pink yang pernah kita datengin sebelumnya, perjalanan ke sini tuh bisa dibilang remeh banget deh, cuma sejam lebih dikit. Ditambah lagi, jalannya pun bagus. Sekitar jam 9 kita udah sampe di pantai yang pertama dari rangkaian empat pantai. Pantai Selong Belanak.

DSCF3233

Hanya dengan membayar tiket masuk seharga 10 ribu rupiah, kita udah dapat menikmati keindahan pantai ini. Selong Belanak memiliki garis pantai yang panjang, juga landai. Pasir pantainya putih. Ombaknya tenang. Di kiri dan kanan pantai dihiasi bukit-bukit. Dan syukurnya cuaca cerah berawan.

DSCF3237 (1280x853)

Pasir pantainya lucu. Berbulir-bulir. Kayaknya dibuat oleh hewan yang berdiam di dalam pasir. Hewan apa? Kepiting mungkin?

DSCF3245 (1280x853)

Foto narsis duluuuu, hehehe… Walaupun ini hari Sabtu, pantainya sangat-sangat sepi. Hanya ada belasan bule. Dan turis lokalnya cuma kita doang.

DSCF3243 (1280x853)

Pas lagi enak-enaknya menikmati air laut dan deburan ombak, di kejauhan keliatan gumpalan-gumpalan berwarna coklat kekuningan. Ternyata itu semacam minyak yang saking udah berkali-kalinya diaduk-aduk ama ombak, dia berubah menjadi gumpalan-gumpalan buih coklat kekuningan. Amat disayangkan. Entah dari mana datangnya, dan entah berapa lama polusi semacam ini bisa hilang dan bersih sendiri, yang jelas hal ini sangat mengganggu. Apalagi ada beberapa bule di sini. Kejadian ini rasanya memalukan, bahkan bagi saya yang notabene hanya wisatawan di Lombok.

DSCF3250 (1280x853)

Kalo udah lelah bermain air, di tepian pantai tersedia tempat-tempat untuk bersantai semacam ini, lengkap ama payung warna-warninya. Yang hobi bersantai sambil jemur-jemuran kayak gini sih saya rasa para bule wisatawan asing. Kalo turis lokal mah biasanya cuma maenan ombak ama pasir aja. Namun, kayaknya untuk bisa bersantai di sini ga bisa gratis. Kita mesti mesen makanan atau minuman dari kedai-kedai yang ada di belakangnya.

 

PANTAI MAWUN

DSCF3257

Dari Pantai Selong Belanak ke Pantai Mawun, kita hanya perlu menempuh jarak lebih kurang 10 km. Walaupun jalannya kecil, cuma cukup buat dua mobil dan itupun agak mepet, tapi bagus kok.

DSCF3260 (1280x853)

Pantai Mawun ga terlalu luas. Atau bisa jadi itu cuma ilusi optis, karena Pantai Mawun ini berbentuk seperti huruf U. Di ujung horizon, terlihat dua buah bukit yang mengapit “pintu masuk” Pantai Mawun dari arah laut. Cantik sekali. Karena bentuk pantainya yang berupa ceruk ke dalam daratan, ombaknya sangat-sangat jinak. Tapi ada sedikit kekurangan, pantainya agak curam. Dan begitu saya masuk ke dalam air, udah langsung dalem. Jadinya, agak berbahaya bermain air di sini. Mesti bisa berenang.

DSCF3278 (1280x853)

Di tepian pantai ada saung-saung buat kita duduk-duduk. Ga jauh dari situ ada para penjual makanan dan minuman. Ada juga pohon gede banget yang sangat rindang. Pas banget buat duduk-duduk di bawah pohon ini. Sambil menikmati semilir angin pantai.

 

PANTAI KUTA

Hanya dengan menempuh jarak 10 km dari Pantai Mawun, kita akan tiba di Pantai Kuta. Bisa jadi inilah pantai yang paling terkenal dari keempat pantai yang ada di sini. Dan otomatis, paling ramai. Di sini ada banyak banget hotel, homestay, restoran, cafe, toko, dan bahkan ada ATM juga. Pokoknya rame lah. Suasananya jauh lebih hidup. Beda banget dengan pas di dua pantai sebelumnya.

DSCF3299 (1280x853)

Hal lain yang ga mungkin luput dari perhatian, wisatawannya rata-rata bule doang! Dan mereka berseliweran ke sana kemari dengan menggunakan motor. Agak lucu memang ngeliat bule yang badannya gede-gede itu naik motor yang sebenernya didesain buat dipake orang Indonesia. Kalo naik motor matic, kaki mereka yang panjang membuat mereka mesti duduk ngangkang karena kakinya ga muat di depan kursi. Terus, kebanyakan dari bule-bule yang naik motor ini akan membawa papan selancar. Jadi, motor-motor yang disewakan di sini memang rata-rata sudah dimodifikasi agar bisa membawa papan selancar di sebelah kirinya. Bule-bule ini biasanya mondar-mandir dari satu pantai ke pantai lain, sambil naik motor dan membawa papan selancarnya. Mencari ombak mungkin.

Mobil yang kita naiki lalu mampir sebentar di tepi pantai. Tiketnya? Sama kayak di dua pantai sebelumnya, 10 ribu rupiah. Kayaknya tarif ini udah jadi standar di semua pantai. Tapi karena ada empat pantai, bayar 40 ribu jadi lumayan berat juga nih…

DSCF3287 (1280x853)

Pantai Kuta, menurut saya malah ga terlalu istimewa. Garis pantainya panjang banget. Pasir pantainya ga halus, besar-besar butirannya. Berjalan dengan bertelanjang kaki jadi susah, kaki kaki bakal jeblos terus. Pake sandal? Ga lebih baik. Selain itu, di tepian pantai banyak batu karangnya juga. Walaupun ombaknya tenang, tapi ga enak lah buat berenang dan bermain air. Terus, apa sih yang bikin pantai ini rame ama turis asing?

Di pinggir pantai, mamah dan papah saya yang lagi duduk-duduk neduh sambil minum kelapa muda udah dikerubungin ama penjual-penjual kain tenun alias songket khas Sasak. Penjual-penjual ini kebanyakan ibu-ibu. Ada pula penjual yang masih anak-anak, mereka menjual gelang anyaman benang. Dari obrolan mamah dengan mereka, ternyata kebanyakan penjual ini berasal dari dusun Sade.

Karena perut udah lapaaar, kita berangkat lagi. Papah pengen banget makan seafood. Wajar aja kan, kita lagi di pinggir pantai. Tapiiii, kebanyakan rumah makan ga menonjolkan menu seafood. Jadi, ada lah setengah jam kita ngider nyariin rumah makan yang ngejual seafood. Susah bener. Kebanyakan rumah makan yang berupa restoran, cafe, dan barmenjual menu-menu makanan yang ga Indonesia banget. Tapi untungnya, akhirnya kita bisa ngedapetin rumah makan yang menulis “menjual seafood”. Namanya, Warung Lalapan Santai.

DSCF3295 (1280x853)

DSCF3292 (1280x853)

DSCF3298 (1280x856)

DSCF3297 (1280x853)

Ada empat menu yang kita pesen, yaitu pelecing tempe, tumis kangkung, cumi bakar, ama ikan bakar. Yang paling enak? Cumi bakarnya! Empuk banget. Dan karena enak, dengan cepat cumi bakarnya habis. Mau pesen lagi? Deuh, mendingan ga usah. Soalnya tadi aja kita nunggu makanannya dateng udah lama banget. Jadi, kayaknya akan lebih bijak kalo ga usah pesen nambah.

 

PANTAI AAN

Sebenernya ini pantai agak ga jelas namanya. Dari buku dan internet, saya membaca namanya Pantai Aan, dobel huruf A. Udah gitu, ada yang menyebutnya Pantai, ada yang nyebutnya Tanjung, atau malah ada yang dikombinasi jadi Pantai Tanjung. Nama  Tapi petunjuk jalan di sini menyebutnya Pantai Ann, with double N. Tapiiii, saya ga mau ribet-ribet. Saya memilih menyebutnya dengan Pantai Aan saja.

Pantai Aan ini jaraknya hanya 6 km dari Pantai Kuta. Deket. Di perjalanan menuju ke sini, kita akan melewati pintu masuk menuju hotel paling yahud di sini, Novotel Mandalika Resort. Di deket hotel juga ada pantai yang kecil, kalo ga salah namanya Pantai Putri Nyale.

DSCF3302 (1280x853)

Konon, Pantai Aan ini pernah dijadikan tempat syuting iklan rokok Dunhill. Tapi, bukan di pantainya, melainkan di sebuah batu yang untuk mencapainya kita bisa menyewa perahu yang ada beberapa di tepi pantai. Batu ini oleh masyarakat setempat disebut Batu Payung. Tapi, saya sekeluarga ga berminat ke sana, soooo, saya ga bisa komen apakah batunya bener-bener berbentuk payung atau ngga. Oiya, kalo mau nyewa perahu, tarifnya 350 ribu.

DSCF3314 (1280x853)

Kalo saya disuruh milih dari seluruh pantai, saya akan milih Pantai Aan ini sebagai pantai yang paling oke! Garis pantainya lumayan panjang, dan pasir pantainya haluuuussss banget. Enak banget pas diinjak dengan bertelanjang kaki. Tapi karena udah siang, dan perut pun penuh, saya males berenang. Saya lebih memilih sekalian basah-basahan pas besok di Gili Trawangan.

DSCF3318 (1280x853)

Di tengah-tengah Pantai Aan, ada sebuah daratan kecil yang agak menjorok ke arah laut. Di sini, saya ngeliat dua macam pasir pantai bertemu. Keren, ternyata di Pantai Aan memiliki dua karakter pasir. Di sebelah timur ada pasir putih dengan ukuran seperti biji merica, sementara di sebelah barat ada pasir yang lebih kecil dan halus. Dan di tengah-tengah sini, kedua pasirnya berbaur. Pasir yang lebih kasar berada di atas pasir yang halus. Unik banget.

DSCF3323 (1280x853)

Pantai Aan memiliki garis pantai lebih kurang satu kilometer. Pantainya cenderung sepi dan belum memiliki banyak fasilitas pendukung untuk wisata. Namun toilet dan kamar mandi untuk sekedar membilas tubuh setelah bermain pasar sudah tersedia.

 

Pantai-Pantai Selatan Lombok
Google Maps Pantai Selong Belanak
Google Maps Pantai Mawun
Google Maps Pantai Kuta
Google Maps Pantai Ann

selong-belanak-mawun-kuta-aan

Iklan

Satu pemikiran pada “Menyusuri Pantai di Selatan Lombok (Lombok Tengah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s