Sunset di Pantai Senggigi (Lombok)

Pantai Senggigi ini ada di jadwal hari pertama jalan-jalan keluarga saya di Lombok. Dan sesuai dengan jadwal, kita memang akan menikmati sunset di pantai Senggigi yang menghadap ke timur ini. Daerah di sekitar pantai Senggigi ini sangat hidup. Banyak toko, hotel, dan cafe di pinggiran jalan sepanjang lebih kurang 3 km. Bule-bule pun banyak yang menginap dan hang out di area ini. Di objek wisata dalam dan sekitar kota Mataram malah ga pernah ketemu bule sama sekali. Sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata yang mirip dengan pantai-pantai di Bali.

Dari jalan raya, mobil berbelok ke arah pantai, memasuki sebuah jalan yang lebih kecil. Ternyata jalan ini berujung di sebuah Hotel Kila Senggigi. Loh, kok malah kok ke hotel sih? Owalaaah. Ternyata di samping jalan masuk ke hotel, ada gang kecil sebagai akses menuju pantai. Perasaan saya langsung aneh. Kok pantai Senggigi yang terkenal ini masuknnya dari jalan kayak gini sih? Ga representatif amat. Mana ga ada parkiran mobilnya pula, mesti parkir di pinggir jalan. Tapi ya udah, coba deh kita liat dulu.

Usut punya usut, walau memang masih di garis pantai Senggigi, ternyata area ini merupakan dermaga penyeberangan. Di sebelah kiri dan kanan dermaga terlihat pantai Senggigi yang kebanyakan sudah berada di area hotel dan vila. Mungkin ini salah satu akses ke area pantai Senggigi yang free tanpa dipungut bayaran. Selain itu, area pantai dipenuhi oleh perahu nelayan yang parkir. Beuh, sangat di luar ekspektasi saya. Karena awalnya saya membayangkan pantai ini seperti Sanur atau Kuta-nya Bali, di mana saya akan banyak menjumpai wisatawan yang bermain di pantai dan berjemur. Tapi, kalo banyak perahunya gini, gimana mau berjemur?

dermaga tokek

Karena ga banyak hal yang bisa diliat, akhirnya kita jalan-jalan aja di dermaga. Bentuk jalan di dermaganya aneh banget. Masak ada jalannya yang buntu sih? Sia-sia banget. Tapi pertanyaan ini terjawan setelah saya melihatnya dari satellite view Google Maps. Ternyata dermaganya berbentuk tokek! Yak, hiasan tokek emang banyak sekali ditemukan di Lombok. Entah itu jadi dekorasi bangunan, jadi sablonan di kaos, atau jadi gantungan kunci. Ada kisah apa sih dengan tokek?

3ead0-dscf31052b1280x853

Karena hari udah sore, ga boleh menyia-nyiakan waktu dan harus mulai memotret.

06136-dscf31112b1280x853

Yeah, narsis dulu…

DSCF3116 (853x1280)

Konon katanya, karena pas kita ada di tepi barat Lombok ini sebelah baratnya berawan melulu, pada hari yang cerah kita bahkan bisa melihat gunung Agung di pulau Bali. Saya yakin perkataan itu ga boong, soalnya walaupun rada berawan, saya memang bisa melihat ada gunung di horizon. Kalo pas lagi keliatan kayaknya bakal keren banget pemandangannya.

DSCF3118 (1280x853)

Pulang dari sini, kita mampir dulu ke toko kaos yang gede banget, namanya Lombok Exotic. Desain kaos-kaosya lumayan, ada yang bagus, ada yang ga oke, tapi pokoknya ga norak-norak banget deh. Cocok buat jadi oleh-oleh karena harganya yang ga mahal-mahal amat. Kain katunnya juga keliatannya nyaman buat dipake. Saya nanya ukuran kaos yang paling gede ke pramuniagannya, tapi sayang setelah dicoba masih kurang gede. Hiks, nasib berbadan besar…

 

Pantai Senggigi
Kabupaten Lombok Barat
Click for Google Maps

senggigi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s